Banyak mengeluarkan keringat

Share Button

Pertanyaan dari Amria :
banyak mengeluarkan keringatSelamat malam;
Saya punya keluhan.Saya cukup banyak mengeluarkan keringat dalam keseharian. ‘Sedikit saja kerja sudah berkeringat, Habis mandi juga bisa berkeringat. Kata org itu keringat sehat, Tapi saya masih ragu,apa iya saya ini sehat?, sementara usia saya sdh berpangkal enam puluhan dan memang saya tak pernah sakit.
Terima kasih.

Jawaban :
Terima kasih atas pertanyaannya.
Tentunya ada banyak hal yang perlu dipertanyakan dalam kasus anda.Apakah kondisi ini sudah lama? Atau baru saja beberapa hari?
Untuk orang-orang tertentu, ada yang memiliki kelenjar keringat yang cukup banyak dan melebihi orang-orang normal sehingga mereka sering mengeluarkan keringat jauh lebih banyak daripada orang biasa. Kondisi ini disebut dengan kondisi hiperhidrosis idiopatik.
Selain idiopatik (belum diketahui penyebabnya), hiperhidrosis juga bias disebabkan oleh penyakit lain seperti penyakit tiroid, demam, atau penggunaan obat-obat tertentu.
Bagian tubuh yang sering mengalami hiperhidrosis adalah telapak tangan, telapak kaki dan ketiak.
Untuk mengetahui anda sehat atau tidak, sebaiknya anda datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan medis menyeluruh yang mencakup pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, dan lain-lain.
Semoga cukup membantu

Dr. Amrizal Muchtar
Klinik BTP Medika
www.klinikbtp.com

(77)

Share Button

Konyol, berkelahi gara-gara capres

Share Button

“Pamekasan – Suto dan Saleh, dua penarik becak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terlibat perkelahian karena berdebat soal capres jagoannya masing-masing. Suto adalah pendukung capres Jokowi-Jusuf Kalla, sementara Saleh adalah pendukung Prabowo-Hatta Rajasa.” Globalindo.co

image

Masa pemilihan Presiden sebentar lagi datang. 9 juli 2014. Rasanya tidak sabar untuk segera memiliki Presiden baru yang lebih tegas, lebih kreatif, dan lebih cepat daripada yang sekarang. Untung saja jabatan capres hanya diperbolehkan 2 periode. Andaikata lebih, pasti SBY akan maju lagi. Dan… kemungkinan besar, dia yang menang. Dan… Tidak akan ada perubahan besar yg segera bisa terjadi.

Bagi yang mau sunat di wilayah Makassar dan sekitarnya, bisa hubungi Klinik BTP di no. Telpon 08111774435

Menarik untuk melihat fenomena capres saat ini. Gaungnya ternyata tidak kalah dari fenomena Piala dunia 2014. Selalu saja ada berita-berita hot tentang kedua profil kedua capres yang membuat panas dan emosi para pendukung kedua pihak.

Saya sering melihat beberapa teman bertengkar dengan kata-kata emosi di dunia maya. Padahal saya tahu di dunia nyata dulunya mereka berteman baik. Saya rasa,  pertengkaran itu, kalau mereka bertemu kelak, akan mempengaruhi nuansa persahabatan mereka.

Mengapa ya hal ini bisa terjadi?
1. Dunia mengalami revolusi komunikasi setelah munculnya media sosial seperti facebook dan twitter. Orang-orang memiliki wadah untuk berekspresi dengan cepat/instan darimanapun mereka berada. Orang di kutub utara dan orang di papua bisa berkomunikasi seperti orang berhadap-hadapan langsung. Jarak menjadi tak berarti. Ini membuat semua orang dengan leluasa berekspresi untuk menunjukkan siapa dirinya.

2. Sudah sifat alami manusia untuk sering bergunjing atau membicarakan sifat jelek orang lain. Ya, walaupun itu buruk, tapi tidak terhindarkan. Kemudahan berinteraksi membuat budaya gosip tidak lagi terbatas pada fisik tapi merambat ke dunia maya. Orang malah jadi lebih suka bergosip di dunia maya, karena bisa dilakukan sambil tiduran, dan bisa merambah puluhan teman secara mudah

3. Menjelang Pemilu presiden. Publik terbagi dua. Ada pendukung Jokowi dan ada pendukung Prabowo. Kedua pihak memiliki pendukung fanatiknya sendiri-sendiri. Namun, sangat disayangkan, begitu banyak pendukung yang tidak dewasa dalam berpikir. Ketidaksukaan terhadap satu capres membuatnya selalu mencari-cari bahan untuk menjelek-jelekkan capres tertentu. Alhasil, walaupun itu berita tidak benar, mereka akan dengan mudahnya menshare berita itu agar diketahui oleh khalayak.

4. Pendukung fanatik memiliki ikatan emosional yang kuat dengan capres yang didukungnya. Mereka tidak bisa terima begitu saja kalau capresnya difitnah dan dijelek-jelekkan di depan publik. Itulah sebabnya, akan terjadi argumentasi dan pembelaan terhadap capres pilihan. Pertengkaran pun sering terjadi selanjutnya.

Bertengkar karena capres? Putus silaturahim karena capres? Tunggu sebentar. Apakah itu penting? Apakah capres lebih penting dari hubungan silaturahim kita? Tentu saja tidak. Coba saja pikir. Bahkan capres itu tidak mengenali kita sebagai pemilihnya. Kalau terjadi bunuh-bunuhan pun tidak ada efek bagi mereka.

So, please! Calm down! Berdebat itu bisa, tapi ingat silaturahim lebih penting dari berdebat.

Sebaiknya, bagi yang merasa sering menyebar berita tidak jelas kebenarannya, silahkan berpikir ulang. Apakah manfaatnya itu bagi Anda? Apakah berita yang anda share sudah pasti mempengaruhi pilihan capres teman sosial media anda? Saya yakin, justru fitnah-fitnah anda akan berdampak buruk bagi kredibilitas anda di mata teman-teman anda.  Anda mungkin akan dikenal sebagai tukang fitnah emosional di hati teman-teman anda.

Sebaliknya bagi pembaca status black campaign, tahan-tahan dulu emosi anda. Sampaikan saja argumentasi secara  santun. Ingat, ini hanya capres. Silaturahim anda berdua jauh lebih penting daripada capres.

Dr. Amrizal
Makassar, 21 juni 2014 (200)

Share Button

Sunat pada Penderita Diabetes

Share Button

Sunat pada penderita Diabetes itu apakah tetap harus dilakukan? Banyak yang menanyakan hal tersebut. Ditakutkan diabetes tersebut akan berakibat luka sunat jadi lama sembuh.

Sunat pada penderita diabetes

Ternyata menurut beberapa ahli, justru melakukan sunat sangat dianjurkan bagi penderita diabetes. Penderita diabetes lebih besar memiliki kemungkinan infeksi pada penisnya dalam keadaan tidak disunat daripada disunat.

Ya, luka dan infeksi  pada penis tidak hanya terjadi pada saat proses  sunat saja. Orang yang tidak disunat sering mengalami infeksi  akibat kurang bersihnya penis dibawah kulit yang seharusnya dipotong pada orang yang disunat. Luka pada orang yang tidak disunat ini jauh lebih beresiko terkena infeksi dibandingkan luka akibat operasi sunat itu sendiri.

Banyak orang yang berpikir bahwa semua luka termasuk luka sunat pada penderita diabetes akan lama sembuh. Tapi ternyata ini tidak benar. Tidak selalu terjadi. Luka tidak sembuh itu biasanya akibat gula darah yang tidak terkontrol dan kondisi luka yang selalu terpapar lingkungan yang kurang bersih.

Oleh karena itu, Dokter yang melakukan sunat biasanya akan menstabilkan gula darah penderita DM yang akan disunat dulu dengan memberikan obat diabetes selama beberapa hari. Pasien juga dianjurkan  puasa agar gula darahnya tidak terlalu tinggi pada saat operasi. Selanjutnya, tindakan operasi juga akan dilakukan dengan teknik operasi yang steril sehingga kemungkinan infeksi bisa diminimalisir. Dan, pasien juga akan diberikan obat antibiotik yang kuat agar infeksi itu tidak terjadi.

Untuk sunat di daerah makassar dan sekitarnya, bisa menghubungi Klinik Sunat Dewasa dan Anak SUNAT CENTER. Untuk info selengkapnya buka di www.sunatcenter.com

Penulis

Dr. Amrizal Muchtar

(202)

Share Button