Sunat pada Penderita Diabetes

Share Button

Sunat pada penderita Diabetes itu apakah tetap harus dilakukan? Banyak yang menanyakan hal tersebut. Ditakutkan diabetes tersebut akan berakibat luka sunat jadi lama sembuh.

Sunat pada penderita diabetes

Ternyata menurut beberapa ahli, justru melakukan sunat sangat dianjurkan bagi penderita diabetes. Penderita diabetes lebih besar memiliki kemungkinan infeksi pada penisnya dalam keadaan tidak disunat daripada disunat.

Ya, luka dan infeksi  pada penis tidak hanya terjadi pada saat proses  sunat saja. Orang yang tidak disunat sering mengalami infeksi  akibat kurang bersihnya penis dibawah kulit yang seharusnya dipotong pada orang yang disunat. Luka pada orang yang tidak disunat ini jauh lebih beresiko terkena infeksi dibandingkan luka akibat operasi sunat itu sendiri.

Banyak orang yang berpikir bahwa semua luka termasuk luka sunat pada penderita diabetes akan lama sembuh. Tapi ternyata ini tidak benar. Tidak selalu terjadi. Luka tidak sembuh itu biasanya akibat gula darah yang tidak terkontrol dan kondisi luka yang selalu terpapar lingkungan yang kurang bersih.

Oleh karena itu, Dokter yang melakukan sunat biasanya akan menstabilkan gula darah penderita DM yang akan disunat dulu dengan memberikan obat diabetes selama beberapa hari. Pasien juga dianjurkan  puasa agar gula darahnya tidak terlalu tinggi pada saat operasi. Selanjutnya, tindakan operasi juga akan dilakukan dengan teknik operasi yang steril sehingga kemungkinan infeksi bisa diminimalisir. Dan, pasien juga akan diberikan obat antibiotik yang kuat agar infeksi itu tidak terjadi.

Untuk sunat di daerah makassar dan sekitarnya, bisa menghubungi Klinik Sunat Dewasa dan Anak SUNAT CENTER. Untuk info selengkapnya buka di www.sunatcenter.com

Penulis

Dr. Amrizal Muchtar

(1054)

Share Button

Comments are closed.